Langit dalam rindu…!!

Tag


Redup dalam sepi…
Tiba-tiba langit bergetar menggelegar
Rebah dedaunan, dihinggapi ratapan yang tak tertahankan

Tahukah engkau kekasih hati yang diam…
Rintihan tangisan langit yang menahan rindu
Rindu yang dipeluknya berurai air mata

Lembut bumi dalam pijakan
Mengalir senda gurau yang tertahan
Terbenam dalam pelukan alam

Kekasih hati yang diam…
Pejamkan mata, rasakan
Langit mengenangmu dalam rindu

Iklan

Nyanyian kenari…


Pagi yang bersua nyanyian alam
Dan embun yang membasuh permukaan bumi dengan kasih sayang

Nyanyian kecil kenari menanti mentari
Dan aku membuka mata dari mimpi yang membuai

Bangunlah asa dari peraduannya, berdiri
Lalu tersenyum memandang persoalan yang menanti….

Hidup tidaklah seperti hamparan permadani
Kadang tenang, kadang bergemuruh, seperti aliran sungai yg meliuk menuju muara

Dan muara kita adalah akhir kadang tanpa tanda..
Menua lah kita menanti sang mentari setiap pagi..
atau esok tak terlihat lagi sama sekali..

Sang Ranting…!


Dari ranting yang patah menitip salam…
Buat rembulanku katanya
Yang menebar senyum indah melampaui masa..

Sang ranting tetap menunggu
Menuliskan harapannya yang rapuh, luluh dan binasa..
Tetaplah kukenang sang rembulan, katanya, meski sia-sia belaka….

Menunduk sang ranting patah, berurai air mata…

Rasa…!!!

Tag


Diam merasakan…

Riuh denguh tiupan angin rindu

Yang menusuk dingin hingga tulang pengharapan menggigil

Adakah…?
Sang harap dibelai rasa yang sama
Bergelora, dimainkan sang bayu terbang ke angkasa hingga ke jagat rindu berpeluh

Dalam diam
Kupeluk mesra keinginan
Dan gelora membelai hingga mata terpejam dibuai mimpi kembali….

Mimpiku…

Tag


Mimpiku ……
Ketika kau datang dan menari dalam lelapku
tak terkata betapa indahnya kegelapan malam

Ketika kurindu …
Kucumbu waktu dengan debar penuh penantian
menggapai gelora yang membuai tidurku…

Dimana engkau, wahai sang mimpi
Janganlah pergi…

Ketiadaanmu membuat hatiku sunyi…..
dream

Resapi sepimu…!


Diamlah wahai sang malam, resapi sepi mu…
Nyanyian semesta mengiringi harapmu pada keindahan
Dengarkan suara dawai yang dipetik sang angin
Mencoba menghibur kegelisahan jiwa yang terabaikan

Buka sedikit sudut kelopak matamu yang indah
Getarkan semesta dengan senyuman tegarmu menanti sang cahaya…
Jangan bersuara, biarkan langit bicara
Dan kau luluh lantak menikmati rasa kecewa

Lalu ikuti pergantian waktu
Putaran rodanya kan menggilas setiap sepi, tiap jengkal kecewa
Lalu purnama silih berganti bersama sang bintang
Kan menemanimu ….

Tunggulah itu dalam diammu wahai sang malam….!!!
wanita-di-ujung-malam

Pesan tersampaikan…

Tag


Ku dengar kan dalam sepi
Lembut pesan yang tersampaikan dibalik gelombang
Dalam diam yang kau tebarkan di semesta rasa yang menyayat
Adakah rindu yang tersembunyi pada gemuruh ombak dibatu karang yg menunggu

Rembulan yang merindui….

Ku dekap mesra hati yang tak bicara
Sembari menunggu pagi, menunggu tetesan sang embun yang menyejukkan
Seperti dulu, kini dan mendatang
Sepenggal kisah yang terus meronai bentara kenangan

Selamat malam sang pujian yang menerangi di kegelapan
Pesan kini tersampaikan
Melalui syair penghantar lelap yang lembut membelai semangat
Esok ketika pagi datang menghampiri, kupandang matahari menembus diantara dedaunan hijau pengharapan….

Selamat malam rembulan ….

Gelora abadi…

Tag


Sang rembulan yang datang menyapa malam
Menepis rindu menghapus kelebat bayang kehilangan

Ternyata … Rinduku tak sia-sia

Kusimpan segunung cerita untuk menghabiskan malam
Lalu ku taburkan, semai benih pada hamparan semesta yang menggairahkan

Ku sampaikan padamu sang rembulan….
Malam begitu indah, saat sapa canda melukis kenangan

Akan kukenang, kupeluk mesra dalam gelora
Tiada kan terlupa hingga masa terus berjalan meninggalkan

Yang kau tinggalkan adalah keindahan, yang tak lekang oleh zaman..
rembulan

Rembulanku….


Dahaganya waktu ketika menunggumu
Dari belaian lembut sang malam
Menanti …

Pendar cahaya yang tiba-tiba redup
Kelebat yang memisahkan rindu
Jiwa sepi pun terdiam …

Ku nanti hari esok dan pagi berganti
Ku tunggu malam dalam pekat pengharapan
Ku lihat pesan kebencian yang datang …

Biarlah…
Kupeluk dengan setia
Cinta yang meranggas rasa percaya

Mungkin memang waktunya tlah tiba…
Daku pergi selamanya…
Tanpa bisa memalingkan senyuman …