Mimpiku…

Tag


Mimpiku ……
Ketika kau datang dan menari dalam lelapku
tak terkata betapa indahnya kegelapan malam

Ketika kurindu …
Kucumbu waktu dengan debar penuh penantian
menggapai gelora yang membuai tidurku…

Dimana engkau, wahai sang mimpi
Janganlah pergi…

Ketiadaanmu membuat hatiku sunyi…..
dream

Resapi sepimu…!


Diamlah wahai sang malam, resapi sepi mu…
Nyanyian semesta mengiringi harapmu pada keindahan
Dengarkan suara dawai yang dipetik sang angin
Mencoba menghibur kegelisahan jiwa yang terabaikan

Buka sedikit sudut kelopak matamu yang indah
Getarkan semesta dengan senyuman tegarmu menanti sang cahaya…
Jangan bersuara, biarkan langit bicara
Dan kau luluh lantak menikmati rasa kecewa

Lalu ikuti pergantian waktu
Putaran rodanya kan menggilas setiap sepi, tiap jengkal kecewa
Lalu purnama silih berganti bersama sang bintang
Kan menemanimu ….

Tunggulah itu dalam diammu wahai sang malam….!!!
wanita-di-ujung-malam

Pesan tersampaikan…

Tag


Ku dengar kan dalam sepi
Lembut pesan yang tersampaikan dibalik gelombang
Dalam diam yang kau tebarkan di semesta rasa yang menyayat
Adakah rindu yang tersembunyi pada gemuruh ombak dibatu karang yg menunggu

Rembulan yang merindui….

Ku dekap mesra hati yang tak bicara
Sembari menunggu pagi, menunggu tetesan sang embun yang menyejukkan
Seperti dulu, kini dan mendatang
Sepenggal kisah yang terus meronai bentara kenangan

Selamat malam sang pujian yang menerangi di kegelapan
Pesan kini tersampaikan
Melalui syair penghantar lelap yang lembut membelai semangat
Esok ketika pagi datang menghampiri, kupandang matahari menembus diantara dedaunan hijau pengharapan….

Selamat malam rembulan ….

Gelora abadi…

Tag


Sang rembulan yang datang menyapa malam
Menepis rindu menghapus kelebat bayang kehilangan

Ternyata … Rinduku tak sia-sia

Kusimpan segunung cerita untuk menghabiskan malam
Lalu ku taburkan, semai benih pada hamparan semesta yang menggairahkan

Ku sampaikan padamu sang rembulan….
Malam begitu indah, saat sapa canda melukis kenangan

Akan kukenang, kupeluk mesra dalam gelora
Tiada kan terlupa hingga masa terus berjalan meninggalkan

Yang kau tinggalkan adalah keindahan, yang tak lekang oleh zaman..
rembulan

Rembulanku….


Dahaganya waktu ketika menunggumu
Dari belaian lembut sang malam
Menanti …

Pendar cahaya yang tiba-tiba redup
Kelebat yang memisahkan rindu
Jiwa sepi pun terdiam …

Ku nanti hari esok dan pagi berganti
Ku tunggu malam dalam pekat pengharapan
Ku lihat pesan kebencian yang datang …

Biarlah…
Kupeluk dengan setia
Cinta yang meranggas rasa percaya

Mungkin memang waktunya tlah tiba…
Daku pergi selamanya…
Tanpa bisa memalingkan senyuman …

Yang pergi….


Betapa panjangnya waktu
hingga seribu puisi tertulis sejarah
Betapa singkatnya waktu
Saat kau ada merangkai cerita

Dari detak nafas masa yang tersisa
Entah sia-sia yang kupeluk dengan setia
Atau ada sisa-sisa pembuktian yang tak bermakna
Aku hanya merangkainya, tanpa harap apa-apa

Pandanganku kosong menerawang lautan tempatmu memandang
Pada garis pantai yang memisahkan angan dan harapan
Pada debur ombak yang memekikkan rindu
Pada karang yang tetap membisu

Aku merunduk kekasih hatiku
memandang jejak langkahku yang terbuang
Yang tak pernah bertumpu pada hamparan pasir putih
tempat keindahan yang tergerus sia-sia oleh kenangan yang terus meninggalkan…

Diamlah…


Yang termangu disudut waktu…
Berurai sepi teriring tetesan sang hujan
Menengadah harapan yang lenyap di kejauhan

Bersembunyilah matahariku…
Mungkin gelombang dapat menutup raut wajahmu dari mimpiku
Diamlah disana, tak perlu melambaikan kenangan

Engkau tetaplah bunga dalam lelapku…
Sekalipun hilang beriring hujan
Diamlah, biar kubaca pesanmu…
pandangan

Sang embun

Tag


Semburat malam belumlah pergi
Mentari masih bersembunyi di bentang cakrawala
Ketika jemari lembut menyentuh relung jiwa

Membelai, membangunkan dengan sejuk
Meneteskan kasih sayang hari demi hari
Memberi tanpa pamrih

Saat matahari menyengat bumi
Engkau masih berdiri, memandang diantara kisi-kisi
Memeluk dengan tatap penuh kasih

Engkaulah sang embun…
Kasih yang abadi dalam lelah dan airmata
Ibu …. Jiwa yang slalu meneteskan kasih tanpa jarak dan masa…

Kekasihku….


Kekasihku yang memeluk sunyi
Meratap diantara rintihan hujan dan sengatan matahari
Tetaplah melangkah dan bernyanyi,
walau sembilu terus menyayat hati dalam siang dan malam….

Kekasihku,
bidadari yang terus tumbuh bersama matahari dan rembulan
dalam senyum yang kau sembunyikan
dalam perih yang tak kau nampakkan
dalam kecewa yang kau abaikan

Kekasihku,
tetaplah kokoh seperti karang
tetaplah lembut seperti tiupan angin yang menyejukkan
aku tetap menatapmu dari kejauhan….

Kekasih Mimpiku…

Tag


Kekasih mimpiku..
Yang berdiri diantara pagi dan senja
Yang tersenyum diantara bentara sepiku yang tak kau kira
Yang kudendangkan sayup-sayup nyanyian yang tak pernah kau dengar
Yang kupuja diantara wewangian bunga-bunga yang indah
 
Tetapi
Engkau tetaplah mimpiku
Yang tiada pernah menyertai perjalananku
Dalam gelap dan sepi, diantara kidung sunyi
Langkahmu tetap menjauh, karena engkau tak pernah tahu
Tentang impianku padamu…
 
Senja masih terseyum belum menutup malam
Ketika aku tetap merindukanmu ….
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.126 pengikut lainnya