Untuk sang rembulan … !

Tag


memandang rembulan
Di hari yang sunyi dan bulan gelisah ini …
Ingin kusampaikan bait-bait senandung rindu
Sekedar melepas resah dari denyut nadi yang berteriak lantang,
dan gemuruh degup jantung yang menghempas gelora …

Kata rindu yang memuncah, tercekat hingga batas batang lidah semata
Tiada ia tersampaikan, hingga dimengerti oleh isyarat hati

Kuteruskan menulis kata demi kata tanpa suara …
Hingga masa pun berganti …

Hari, bulan dan tahun pun tetaplah sunyi
Hanya bersenandung melewati waktu,dengan nyanyian “mengenangmu”
Tiap ulas senyum dan binar mata terlihat laksana milikmu,
kekasih hati yang didekap oleh waktu …

Rindukah rembulan ?

Tag


rindu bulan
Apa yang kau rindukan dari sang awan?
Birunya langit kini menjadi kelam
Gemuruh angin menghantam,
langit gelap berpadu …

Gerimis airmata sang awan jatuh
Memeluk kesedihannya
Sementara rembulan berpendar mengitari matahari
Bisa apa aku, kata sang awan?

Batas kata rindu di jejaknya,
apakah sepanjang lembaran waktu atau sejengkal rupa?
apakah sedalam lubuk hati atau hanya setipis lidah?
Biarkan kupeluk kerinduanku, pada keindahan anganku pada rupamu …

Untuk kau ketahui,
tiap detak jantung waktu berputar, tetap kutunggu malam menjelang
Kunanti cahayamu seperti dulu, sabit hingga purnama
Tidak pernah berubah, masih seperti dulu .. walau harapan sia-sia …

Tak bisa pergi …

Tag


pergi
Adinda …Sang rembulan,
Bunga jiwa yang menghiasi malam

Denyut nadi waktu menghantar ke peraduan
Mata mulai terpejam sementara angan bergelora di rimba kelana

Salahkah? jika mimpi berhiaskan wajahmu
Tata mahkota angan berlukis senyumanmu

Kelam ketika kau pergi, hampir membangunkan
Alam sadarku, juga ingin pergi…

Tapi, tak bisa pergi
Karena engkau terlalu indah, penghias warna warni taman malam sejati …

Khayal tentang mu …

Tag


memandang
Apa yang harus dituliskan dengan kata-kata ???
Khayalan tentangmu bukanlah seperti menyatunya air laut dan air payau

Tapi laksana air gunung yang menelusuri lembah
dan anak sungai yang berliku, lalu berhenti di tepian pantai…

Dan kini, hanya mampu menatap samudera luas nan biru
tempatmu mengukir waktu …

Keabadian …

Tag


Ku taburkan bunga dihamparan duka
Diatas tanah istana abadi

Terngiang lentik jemari membelai kasih
Menyentuh hingga lubuk hati terdalam

Senyum kasih sayang membelai harapan
Tulus menghantar hingga penghujung perjumpaan

Selamat tinggal kuucapkan
Pada wewangian belaian kasihmu, tak terlupakan

Tak kuasa berpaling …
Ketika jejak kaki, meninggalkan istana abadi

Do’a tersampaikan
Dalam desis hati bersimbah airmata

Rindu …

Tag


Rindu, kutorehkan kembali
Bait-bait hati bicara dalam sunyi

Kini aku …
Lembut dalam ayunan sang angan
Bintang terhampar mengedipkan harapan

Ku kejar, dalam diam dan kesendirian
Peluh dingin memeluk semangat yang tersisa

Dikejauhan rembulan menatap
Dalam tanya dan kebimbangan

Kisruh, prasangka kuabaikan
Biar mentari esok, yang memberi jawaban …

Teratai putih …

Tag


teratai putih1
Bunga jiwaku,
Teratai putih yang tumbuh abadi di halaman jiwa
Yang mekar tiada pernah layu, sekalipun musim dan waktu berlalu

Bunga jiwaku,
Teratai putih yang abadi
Tiada pernah terganti dalam pandangan indah memenuhi taman sanubari

Bunga jiwaku,
Selaksa salju, mendinginkan jiwa saat menatapmu
Putih berkilau terpancar purnama dan matahari …

Bunga jiwaku,
Rindu yang terbayar, ketika angan kerontang
menyentuh tetesan embun di kelopakmu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.110 pengikut lainnya.