Keabadian …

Tag


Ku taburkan bunga dihamparan duka
Diatas tanah istana abadi

Terngiang lentik jemari membelai kasih
Menyentuh hingga lubuk hati terdalam

Senyum kasih sayang membelai harapan
Tulus menghantar hingga penghujung perjumpaan

Selamat tinggal kuucapkan
Pada wewangian belaian kasihmu, tak terlupakan

Tak kuasa berpaling …
Ketika jejak kaki, meninggalkan istana abadi

Do’a tersampaikan
Dalam desis hati bersimbah airmata

Rindu …

Tag


Rindu, kutorehkan kembali
Bait-bait hati bicara dalam sunyi

Kini aku …
Lembut dalam ayunan sang angan
Bintang terhampar mengedipkan harapan

Ku kejar, dalam diam dan kesendirian
Peluh dingin memeluk semangat yang tersisa

Dikejauhan rembulan menatap
Dalam tanya dan kebimbangan

Kisruh, prasangka kuabaikan
Biar mentari esok, yang memberi jawaban …

Teratai putih …

Tag


teratai putih1
Bunga jiwaku,
Teratai putih yang tumbuh abadi di halaman jiwa
Yang mekar tiada pernah layu, sekalipun musim dan waktu berlalu

Bunga jiwaku,
Teratai putih yang abadi
Tiada pernah terganti dalam pandangan indah memenuhi taman sanubari

Bunga jiwaku,
Selaksa salju, mendinginkan jiwa saat menatapmu
Putih berkilau terpancar purnama dan matahari …

Bunga jiwaku,
Rindu yang terbayar, ketika angan kerontang
menyentuh tetesan embun di kelopakmu

Selamat Malam Rembulan …

Tag


memandang rembulan
Selamat malam rembulan …!
Dari raut wajah waktu yang kelam aku menyapa
Mata yang redup, dan bibir yang terkatup pelan memanggilmu …

Aku tahu tentang sia-sia,
sebab wajahmu yang indah telah berpaling muka
rangkai cerita di cakrawala kenangan mungkin terhapus sudah
seribu puisi tersampaikan hanya penggalan cerita
Engkau tetap pergi menjemput matahari …

Izinkan aku memandangmu …
Yang pergi …
Melambaikan kenangan menjadi masa silam

Izinkan aku tetap memeluk erat mimpiku
dalam sukmaku yang terpinggirkan …

Aku adalah sia-sia, yang remuk termakan usia
Mungkin esok, aku memeluk kematian
dalam tidur panjang bersama kesetiaan rasa …

Selamat malam rembulan …!
Aku hanya jiwa sederhana yang menyapa …!!!

Rembulan yang pergi …

Tag


rembulan mlm
Rembulan indah …
Yang di nanti ketika malam tiba,
Yang di tunggu ketika berpendar di atas cakrawala
Yang di cari ketika menghilang
Yang lenyap kembali setelah datang menjelang …

Rona cahaya indah yang melintasi timur ke barat
Yang memantulkan cahaya kerinduan di garis pantai dan lautan
Yang terngiang dari dendang rindu deburan gelombang
Yang pergi karena ketiada berdayaan adanya siang
Yang kini lenyap dari pandangan sang awan

Pelupuk mata bersedih saat menatap dari kejauhan
Langgam langkah gemulai menatap haru penuh penyesalan
Rembulan pergi … membawa hati
Lenyap ditelan pergantian hari

Suluh hati …

Tag


Hai, kelam yang menyapa
Diatas pundak yang terbang mengitari
Membelai, hingga membuai

Lalu tersimpan di sudut mimpi
Kepak sayap keinginan yang penuh tanda tanya…
Hampir lelap dalam penat, yang menghiasi

Pagi, hari kembali berganti …
Malam hilang dalam pandangan
Siang menemani

Sementara sepi masih sahabat sejati
Kelopak mata, terbangun menatap sayu
membiarkan sayap keinginan terbang silih berganti

Suluh dinanti, kapan menerangi kembali…??
Agar diam semedi, menjemput harapan
Yang terpapar dalam tebaran cakrawala dapat tergapai ..!

Tuhan Maha Pengasih, kapan kasih itu kembali …??

Sang waktu …

Tag


Dimana sang waktu mengalir?
yang dari atas lembah kehidupan kuikuti riaknya …
yang menghanyutkan segala keinginan
yang memendam di kedalamannya yang tersisa
Dan yang membawa pencapaiannya hingga ke muara

Ada kalah, kemenangan, tangisan dan bahagia !

Yang terdengar dari gemericik tetesannya
Yang terdengar dari nyanyian burung yang membelai pagi
Yang terlihat dari tiupan bayu di dedaunan hijau
Dan yang tak nampak di permukaan karena terkubur di dasar palung hati yang dalam

Dimana lagi kini sang waktu ?
Adakah ia? berada di tepian kenangan dan sejarah …

Satu-satunya …

Tag


orang kalah
Lingkup gelisah seperti roda pedati yang berputar …
Melindas siang, menggilas malam.
Pecutan cemeti yang menggelegar menghantam waktu
Menebar lebam pada punggung ringkih keinginan

Lalu tapak sepatu kuda lemah melangkah
Mencoba merabah arah dengan mata yang tertutup
Gemulai derap mulai tak beraturan
Terseok diantara jalanan setapak yang berlobang

Percikan air yang memuncah terinjak menerpah hingga wajah
Semakin menutup pandangan …
Denguh gelisah semakin menggema
Rasa takut tak mencapai tujuan melangkah

Ku lihat matahari,
Ku lihat pelangi,
Ku lihat Rembulan,
Ku lihat dalam kegelapan …

Satu-satunya isyarat yang ku baca adalah keyakinan
Itu yang tersisa, satu-satunya …!

Tersisa …

Tag


Sang awan hanya berdiri …
dibawah langit yang ingin digapai
dan diatas bumi yang ditinggalkan …

Samudera bergelombang, melepasnya terbang
dalam pelukan matahari yang menyilaukan

Langit biru indah berhias sang awan, tapi tak lama …
Awan terguncang badai, yang menerjang tanpa belas kasihan
hingga lenyap dalam derai sang hujan

Awan kelabu tertunduk malu
Bersembunyi dalam sepi sang waktu
Tersisa dalam sia-sia yang tak lagi bermakna …!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.075 pengikut lainnya.